Saving Money Ala Milenial
Oleh: Fatima
Generasi millennial adalah generasi yang berada setingkat dari Generasi X, berada pada rentang kelahiran tahun 1995 – 2010 yang erat hubungannya dengan dinamika teknologi dan kecenderungan hidup yang serba instan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan mudah salah satunya adalah transaksi yang dilakukan secara online. Cenderung mudah bagi kita sebagai kaum muda milenial untuk mengakses smartphone yang kita punyai dengan segala kecanggihan yang dimiliki. Sehingga tren hidup kita juga ikut berubah misalnya saja mayoritas dari kita akan memiliki kecenderungan tertarik dengan berbagai penawaran menarik seperti diskon belanja, dapat cashback kalau banyak belanja, dan penawaran menarik lainnya sehingga hal ini akan dengan mudah membuat kita tertarik untuk berbelanja secara online tanpa terlebih dahulu memperhitungkan keuangan yang kita miliki dan skala prioritas sebelum melakukan transaksi. Sehingga sebagian besar dari kita akan mengalami kondisi keuangan yang lebih buruk di akhir bulan.
Menjadi sesuatu yang sangat penting bagi para kaum milenial untuk mulai menaruh perhatian dan mulai menyadari pentingnya mengatur keuangan supaya terhindari dari krisis keuangan dan mencapai kesehatan keuangan yang lebih baik. Memang mengatur keuangan bukanlah sesuatu hal yang mudah bagi sebagian orang apalagi hal ini tidak menjadi kebiasaan sejak dini sebab kebanyakan orang yang sudah sehat keuangannya telah sejak dini mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengatur keuangan dan skala prioritas untuk membedakan antara pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Lantas bagaimana dengan yang belum memiliki pemahaman baik mengenai cara bagaimana mengelola keuangan dengan baik.
Disini terdapat cara sederhana yang dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan cara memanajemen keuangan dengan baik tentunya. Sebelum itu perlu diketahui bahwa uang bukanlah segala-galanyanya namun segala-galanya itu butuh uang. Bagimana langkah untuk memanajemen keuangan?. Mari disimak, langkah utamanya dimulai dengan cara menyusun prioritas keuangan karena setiap pengeluaran keuangan harus dicatat secara rinci untuk menghindari kebiasaan berbelanja yang tidak berdasarkan pada perencanaan berbelanja dan tidak sesuai kebutuhan. Seperti yang telah diketahui bahwa sebagian besar dari kaum milenial saat ini tidak jarang banyak membeli barang-barang berdasarkan keinginan mereka semata dan bukan berdasarkan kebutuhan mereka. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengeluaran keuangan mereka akan semakin besar. Mulailah untuk memperhatikan pengeluaran keuangan sejak dini supaya tidak menjadi besar pasak daripada tiang dimana pengeluaran akan lebih besar ketimbang pendapatan yang diperoleh.

Kecenderungan hidup dengan mengikuti arus tren yang ada di era modern seperti saat ini supaya dibilang kekinian akan menyebabkan dampak terhadap kesehatan keuangan yang dimilki. Misalnya saja kecenderungan untuk membeli dan memiliki produk-produk terkenal, kulineran di tempat-tempat mahal, travelling di tempat-tempat yang mewah dan kecenderungan lainya, hal ini akan menjadi keterikatan yang mengikat kehidupan kaum milenial sebagian besarnya. Memang pengeluaran keuangan untuk hal-hal diatas adalah normal untuk dilakukan namun tetap harus memiliki batasan-batasan supaya keuangan yang dimiliki dapat terkondisikan dengan baik dan aman. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk mulai menabung oleh kedua orang tua kita supaya memiliki persiapan dana darurat di masa depan yang menandakan kalau kita sudah sehat secara keuangan. Karena pengeluaran secara berlebihan dapat berdampak pada sukarnya menyisihkan uang untuk ditabung. Menabung merupakan cara sederhana untuk mempersiapkan kebutuhan akan dana darurat di masa depan dan juga untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang. Ketika kita sudah memilki kesehatan keuangan yang baik maka hal ini akan memberikan kepastian terhadap persiapan masa depan yang lebih baik tentunya.

Terakhir, penting untuk diketahui bahwa menciptakan peluang usaha merupakan salah satu cara nyata untuk mengasah kemampuan kaum milenial dalam memanajemen keuangan. Di dukung oleh anggapan bahwa kaum milenial memiliki kecenderungan untuk dapat berfikir secara kreatif, unik dan mau untuk selalu berinovasi sehingga hal ini menjadi variabel-variabel yang dapat mendorong terciptanya usaha-usaha baru. Selain itu, kemampuan dalam berwirausaha juga perlu untuk ditumbuh kembangkan supaya menjadi bekal dimasa depan dalam kesiapan berkompetisi di dunia kerja. Benefitnya jika kita mau disiplin dan belajar untuk rutin menyisihkan sebagian uang dari pendapatan yang kita milki dan mampu untuk menahan keinginan sesaat kita maka akan dengan sangat mudah bagi kita untuk menciptakan dan membuka peluang usaha baru untuk kita mulai berwirausaha.
Fatima, penulis sedang menempuh studi di Universitas Tanjungpura, jurusan Ilmu Hubungan Internasional.
Tinggalkan komentar